Select Menu

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

» » » Gambaran Rasisme Zionis Dalam Memerangi Simbol Keagamaan Palestina 48

Nahum Barniya
Tidak tersisa lagi selain, 200 mushaf Al-Qur’an yang dapat dikumpulkan personil kepolisian di dalam kantong plastic besar yang diangkut mobil polisi Israel. Dalam hitungan menit, masjid itu hanya terisisa atapnya saja, selaian fondasi dan ventilasi semen, bercampur dengan karpet. Tinggalah tumpukan sampah, akibat kebiadaban bulldozer-buldozer Zionis yang melululantakan sisa-sisa masjid yang ada di wilayah tersebut. Pasir, semen, dan besi beton teronggok bersama debu yang berterbangan.
Di Rahat, terdapat 55 ribu warga. Kebanyakan pura-pura tidur. Lampu di sejumlah rumah tampak tak menyala. Tirai-tirai yang biasanya tampak di jendela tak kelihatan lagi. Seolah tirai menjadi barang yang langka di kampong itu.
700 personil polisi dikirim ke Rahat. Semua yang datang ke tempat itu dengan satu tujuan, menghancurkan minimal satu bangunan. Jumlah ini sangat sedikit ketimbang yang dajukan para pakar untuk memprovokasi para polisi. Umumnya mereka memakai pakaian hitam-hitam, berselendang pentungan karet dan membentuk pagar manusia di sekitar Masjid Rahat.
Selain terdapat sejumlah mobil panser juga terdapat mobil untuk mengangkut warga yang tampak ketakutan di sekelilingnya. Namun dibelangnya tampak ratusan pemuda tak lebih dari 500 orang mengumandangkan kalimat takbir dan slogan “khaibar-khaibar ya yahud” mereka mengingatkan tentang bentrokan bersejarah antara Nabi Muhammad dengan bangsa Yahudi. Sebagian batu-batu berterbangan jatih di sekitar polisi, namun tidak ada satu yang mengenainnya. Neemtrok belum terjadi di sana.
Tidak tiap hari terjadi penghancuran masjid oleh kepolisian Zionis di tengah-tengah orang Arab, tidak juga terjadi tiap tahun dan secara langsung. penghancuran masjid Rahat terjadi berkat keputusan pemerintah Zionis yang merupakan hasil musyawarh antara perdana menteri Zionis dan menteri keamanan dalam negeri, Ishak Ahronovets. Eksekusi dilaksanakan, dua jam setelah Netanyahu bersama keluarganya mengnjungi Amerika. Demikian juga ketika proses eksiekusi terhadap kapal Mavi Marmara yang mengangkut bahan bantuan untuk Gaza, Netanyahu sedang berada di luar negeri. Dua eksekusi penyerangan dilakukan dalam waktu tak kurang dari jam setelah persetujuan Netanyahu.
Bangunan yang dihancurkan di wilayah 32 Rahat, bukan hanya masjid. Itupun bertentangan dengan undang-undang hasil mediasi dengan pihak Arab. Mereka juga mengancam akan menghancurkan ribuan bangunan lainya. baik yang umum maupun yang khusus.
Hanyalah Masjid Rahat yang katanya dibangun tanpa izin dari pemerintah. Selain itu, masjid ini dibangun oleh garakan Islam di wilayah Palestina 48 pimpinan Raed Shalah. Gerakan Raed Shalah inilah yang menciptakan hubungan tidak baik antara bangsa Yahudi dan Arab di Israel.
Salah satu senjatanya adalah isolasi, provokasi yang merupakan tujuan mereka dalam mengubah masyarakat Arab secara bertahap agar Israel menjadi tuan rumah di setiap distrik yang dihuni bangsa Arab.
Masjid Rahat bukanlah satu-satunya bangunan untuk memenuhi kebutuhan orang Islam dalam rangka menjalankan kewajiban agamanya berupa sholat, tetapi juga berfungsi sebagai pemberontakan terhadap hegemoni undang-undang Israel.
Pada 18 April lalu, kepala distrik Rahat telah menyampaikan pada pengadilan Zionis, bahwa dirinya membatalkan penghancuran masjid Rahat. Surat tembusanya sudah diberikan kepada Jenderal wilayah selatan yang berada di departemen dalam negeri Heller Sharah. Ia mengatakan, saya menolak rencana penghacuran ini, karena tekanan di masyarakat yang semakin hari semakin besar. Sebelumnya memang saya yang membuat keputusan penghancuran masjid, karena saya melihat bangunan ini didirrikan tanpa izin. Akan tetapi karena prosesnya ditunda-tunda terus, maka masjid ini menjadi salah satu masji terbesar di Rahat. Oleh karena itu, setiap upaya penghancuran dari pemerintah akan berhadapan dengan kekuatan rakyat yang besar pula. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengaibatkan banjir darah.
Akibatnya bisa ditebak, bentrokan antara warga dan polisi tak terelakan lagi. Ini terjadi pada hari berikutnya dan di tempat lainya juga. Apa yang masuk ke Rahat akan keluar di Wadi Ara atau di Nazaret.
Menurut perkiraan, setelah meletusnya masalah armada Turki mendorong gerakan-gerakan Islam di wilayah selatan  terpengaruh dengan gerakan-gerakan Islam bagian utara. Maka kehancuran lambat laun akan mendekati dua gerakan ini. (asy)
Yedeot Aharonot 12/11/2010

About Tarqiyah Online

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama